fbpx
Kacamata Safety Goggle Atau Safety Google Lengkap
May 4, 2020

Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja (K3) dan Fungsinya

Alat Pelindung Diri k3 keselamatan bekerja adalah hal yang wajib diprioritaskan bagi seluruh perusahaan. Untuk menjamin pelaksanaannya, hal ini juga diatur di dalam Undang – undang ketenagakerjaan. Tujuannya guna membuat standar yang jelas mengenai keselamatan kerja yang di dalamnya terdapat aspek APD

Mengenakan alat pelindung diri atau kita sebut APD, ketika bertugas jelas menjadi suatu hal yang wajib bagi para tenaga kesehatan terlebih lagi bagi mereka yang bertugas di rumah sakit untuk menangani pasien virus.

APD atau alat perlindungan diri adalah komponen alat yang mampu memberi perlindungan ekstra pada seseorang dari risiko menjadi korban kecelakaan kerja. Dengan kata lain, APD merupakan perlengkapan wajib yang harus digunakan saat bekerja.

Umumnya, Penggunaannya disesuaikan dengan tingkat bahaya serta risiko yang harus dihadapi, baik oleh para pekerja maupun orang – orang di sekelilingnya. Sehingga, diharapkan proses kerja dapat berlangsung aman untuk semua pihak

Alat Pelindung Diri 

  • Helm Pengaman (Safety Helmet)
  • Penutup Telinga (Ear Muffs)
  • Penyumbat Telinga (Ear Plug)
  • Kacamata Pengaman (Safety Glasses)
  • Masker
  • Respirator
  • Pelindung Wajah (Face Shield)
  • Tali Pengaman (Safety Harness)
  • Sabuk Pengaman (Safety Belt)
  • Sarung Tangan (Gloves)
  • Sepatu Karet (Boots)
  • Sepatu Pengaman (Safety Shoes)
  • Jas Hujan (Raincoat)
  • Pelampung
  • Rompi Safety
  • Wearpack atau Coverall

Alat Pelindung Diri dan Fungsinya

Setelah sebelumnya kita membahas daftar alat pelindung diri dan keselamatan kerja K3 secara singkat. Dalam sub ini kita akan menjabarkan alat-alat tersebut beserta dengan gambar dan juga fungsinya.

Helm Pengaman (Safety Helmet)

Tujuan menggunakan helm adalah untuk menghindari benturan benda tajam dan berat yang dapat melukai kepala. Selain itu, kepala juga terlindung dari api, percikan bahan kimia, suhu ekstrem, dan radiasi panas.

Helm digunakan utamanya pada pekerjaan konstruksi, karena kemungkinan dari bahaya material-material bangunan yang jatuh dari atas bangunan

Penutup Telinga (Ear Muffs)

Penggunaan ear muffs sangat tepat apabila Anda terpapar suara 40 hingga 50 dB dan 100–8000Hz. Ukurannya pun dapat mengakomodasi segala ukuran telinga karena umumnya dibuat dengan bantalan cukup besar untuk menutup seluruh daun telinga.

Meski begitu, sebaiknya hindari penggunaan ear muffs dalam jangka waktu yang terlalu lama karena dikhawatirkan akan membuat bantalan mengerut dan mengeras

Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Menggunakan ear plug dapat menghalau suara bising yang dapat merusak organ dalam telinga hingga kurang lebih 30 dB.

Anda dapat menemukan dua jenis ear plug, yaitu yang dapat digunakan berkali-kali (non disposable) dan sekali pakai (disposable). Disposable ear plug umumnya berbahan dasar kapas sedangkan non disposable ear plug berbahan dasar plastik cetak atau karet.

Kacamata Pengaman (Safety Glasses)

Mata adalah organ vital yang sangat rentan karena teksturnya yang lunak dan hanya dilapisi oleh kulit tipis, yaitu kelopak mata. Sehingga, penggunaan APD untuk melindungi fungsi mata adalah hal yang wajib dilakukan.

Kacamata dapat menjaga mata, baik dari paparan debu maupun asap yang dapat membuat mata iritasi, percikan cairan kimia yang umumnya terjadi di dalam laboratorium, atau cahaya yang sangat terang dan panas seperti di area pengelasan.

Ada beberapa jenis kacamata yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan Anda:

  • Safety spectacles, digunakan untuk melindungi mata dari partikel yang beterbangan. Dapat juga digunakan untuk menghalau panas berlebihan yang tak dapat ditoleransi oleh mata;
  • Safety goggles, dipakai ketika lokasi kerja yang harus Anda hadapi terpapar uap, asap, atau kabut yang mengganggu penglihatan.Bentuknya yang dilengkapi dengan segel pelindung di area mata membuat mata Anda terhindar dari percikan cairan yang mungkin datang dari segala arah; serta
  • Face shielddan welding helmet,APD yang mampu melindungi wajah Anda secara utuh. Terkadang, bahaya kilatan api tak hanya berdampak pada mata, namun juga wajah Anda.

Masker

Konveksi masker bedah menjadi salah satu masker yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit seperti virus corona, masker bedah sendiri memiliki tiga lapisan utama, yakni bagian luar berwarna yang antiair, lapisan tengah sebagai filter, hingga lapisan dalam putih yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Beberapa fitur penting dari masker bedah yang penting untuk kamu ketahui diantaranya:

  • Desain three ply melindungi dari partikel berbahaya dari luar dan 95% melindungi dari debu, bakteri, virus, serbuk sari dan partikel lainnya yang menyebar dari udara.
  • Bentuknya yang pas di wajah membuat masker bedah sangat nyaman dipakai.
  • Masker bedah juga mengutamakan kenyamanan sehingga mudah bernafas
    Bahannya yang lembut, bebas latex sehingga lebih nyaman saat digunakan

Masker N95 juga menjadi slaha satu jenis masker penutup wajah yang cukup populer karena dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara termasuk virus corona, Sesuai namanya, masker N95 kerap direkomendasikan lantaran mampu menyaring 95 persen partikel besar atau kecil yang mengandung virus di udara

  • Dibandingkan masker bedah, masker N95 justru bisa dipakai beberapa kali dalam arti dilepas sebetar lalu dipakai kembali.
  • Meski dapat dilepas pasang namun hal tersebut tidak boleh dilakukan lebih dari lima kali.
  • Cara memakai dan melepas masker ini sama seperti dengan masker lainnya, sebaiknya cuci tangan dengan menggunakan sabun.

Hazmat suit

Hazmat suit merupakan kependekan dari hazardous material suit. Pakaian yang sangat tertutup dan tampak seperti baju astronot ini buka tanpa alasan dikenakan sebagai alat perlindungan diri karena diklaim dapat melindungi tubuh dari potensi paparan virus apapun, termasuk virus corona.

  • Hazmat biasanya dibuat dengan beberapa material seperti polietilena, bahan micro, kain spunbond dan meltblown
  • Hazmat dirancang untuk tahan air dan dipastikan agen atau zat apapun tidak dapat menyetuh pemakainya
  • Hazmat suit dapat melindungi tubuh dari potensi paparan virus apapun, termasuk novel coronavirus (2019-nCov)
  • Hazmat digunakan bersama perlengkapan lain berupa kacamata, masker dan sarung tangan

Sarung Tangan

Sarung tangan yang biasa dipakai oleh tenaga medis agar terhindar dari droplet pasien biasa disebut dengan nama handsoon. Tujuan penggunaan handscoon tidak lain adalah untuk mencegah terjadinya infeksi silang serta mencegah terjadinya penularan kuman.

  • Pemakaian sarung tangan bertujuan untuk melindungi tangan dari selaput lendir pasien dan benda yang terkontaminasi
  • Sarung tangan harus selalu dipakai oleh petugas sebelum kotak dengan darah atau semua jenis jenis cairan tubuh serta benda yang mungkin terkontaminasi virus.
  • Sebelum menggunakan handscoon terlebih dahulu lepaskan jam tangan dan cincin. Gulung lengan pakaian ke atas kemudian cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersin yang mengalir.

Comments are closed.